Pengelola TBM Jawa Barat Antusias Ikuti Temu Pegiat Literasi 2025 di Magelang
Pengelola TBM Jawa Barat Antusias Ikuti Temu Pegiat Literasi 2025 di Magelang
Magelang - Teman-teman pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Jawa Barat menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan Temu Pegiat Literasi (TPL) 2025 yang digelar pada 31 Januari - 2 Februari 2025 di Magelang. Acara berskala nasional ini menjadi ajang berkumpulnya para pegiat literasi dari berbagai daerah untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dalam mengembangkan budaya baca di masyarakat.
Meskipun keikutsertaan dalam kegiatan ini membutuhkan persiapan yang tidak sedikit, seperti biaya transportasi pulang-pergi ke Magelang, uang pendaftaran, serta membawa makanan khas daerah dan beras, semangat peserta dari Jawa Barat tetap berkobar. Selain itu, mereka juga harus menyiapkan rangkuman praktik baik TBM dan Forum TBM dengan berbagai kreasi untuk dipamerkan dalam kegiatan tersebut. Berkat berbagai strategi dan cara, peserta dari Jawa Barat berhasil mengatasi tantangan tersebut dan mencatatkan jumlah kehadiran terbanyak kedua setelah tuan rumah, Jawa Tengah.
Dalam rangka mempermudah koordinasi, Pengurus Wilayah (PW) Jawa Barat membentuk grup khusus peserta TPL. Fokus utama dalam komunikasi ini adalah penyusunan dan penyempurnaan praktik baik yang akan ditampilkan dalam acara. Informasi lain terkait persiapan kegiatan tetap dikoordinasikan melalui grup pusat agar segala keperluan berjalan lancar.
Berkat kerja keras dan dedikasi para pengelola TBM, praktik baik yang telah disusun akhirnya berhasil dibawa ke Magelang. Namun, sayangnya, tidak semua hasil karya dapat dipajang di lokasi acara karena keterbatasan akses pemasangan. Sebagai alternatif, praktik baik yang telah dibuat tetap dipublikasikan di berbagai platform agar dapat diakses dan dijadikan inspirasi oleh lebih banyak orang.
Sebagai salah satu pegiat TBM di Jawa Barat, saya merasa sangat bangga dan terinspirasi dengan semangat teman-teman dalam mengikuti Temu Pegiat Literasi 2025. Meskipun ada banyak tantangan yang harus dihadapi, solidaritas dan kerja sama yang terjalin menunjukkan bahwa literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun jaringan yang kuat untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berinovasi dan mengembangkan TBM di daerah masing-masing.
Semangat berkarya dan berbagi terus menyala di kalangan pegiat literasi. Dengan semangat ini, diharapkan TBM dapat terus berkontribusi dalam memperkuat budaya literasi di masyarakat.
Salam Literasi!